Untuk mendukung pemberdayaan Usaha Kecil Menengah, Pemkab Gresik mengucurkan anggaran dana sebesar Rp 4,450 miliar.
Menurut Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Yetty Sri Suparyati Anggaran tersebut akan digunakan untuk membantu pemodalan, pemasaran, serta pelatihan bagi UKM. Ujarnya melalui kabag Humas Pemkab Gresik, M. Hari Syawaludin pada Kamis (3/6) Lebih jauh dikatakan oleh Yetty, dana sebesar Rp 4,450 miliar itu diberikan pada 178 koperasi dan UKM. Masing-masing koperasi dan UKM mendapatkan jatah sebesar Rp 25 juta.
Penyaluran bantuan itu dilakukan melalui rekening masing-masing koperasi dan UKM dan saat ini sudah ada 102 koperasi dan UKM yang menerima transferan dana hibah tersebut. Dana itu akan diberikan kepada 178 koperasi dan UKM. Dana itu merupakan dana hibah, sehingga, masing-masing penerima tidak punya kewajiban untuk mengembalikan dana yang mereka terima.
“Hanya masing-masing koperasi dan UKM itu punya kewajiban untuk melaporkan penggunaan dana tersebut. Sebab, hal itu sebagai bukti ketika ada pemeriksaan dari badan pemeriksa keuangan (BPK, Red),” ujar mantan Asisten III Sekkab Gresik ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi UKM Pemkab Gresik, Sutaji Rudy saat dihubungi terpisah mengatakan, Pemkab Gresik sangat peduli dengan koperasi dan UKM. Sebab, keberadaan koperasi dan UKM terseut merupakan salah satu tonggak sekaligus penopang majunya perekonomian rakyat, khususnya di desa-desa.
“Koperasi punya andil besar dalam pembangunan di Kabupaten Gresik. Untuk itu, Pemkab sangat peduli dengan keberadaan mereka,” Sutaji Rudy.
Selain memberikan suntikan dana, Pemkab Gresik melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM juga intens memberikan pembinaan koperasi dan UKM.
“Pembinaan ini dimaksudkan untuk membantu koperasi dan UKM agar usaha mereka makin maju serta mudah memasarkan produk-produk yang dihasilkannya,” kata dia. (humas)’, ‘To support the empowerment of Small and Medium Enterprises, Pemkab Gresik budget disbursed funds amounting to Rp 4.450 billion.

According to the Head of Revenue, Finance and Asset Management Areas (DPPKAD), Yetty Sri Suparyati budget will be used to assist capitalization, marketing and training for SMEs. He said through the Head of Public Relations Pemkab Gresik, M. Syawaludin Day on Thursday (3 / 6) Further Yetty said, “funds of Rp 4.450 billion was given to 178 cooperatives and SMEs. Each share of cooperatives and SMEs gain amounting to Rp 25 million.

Channeling aid through their respective accounts of cooperatives and SMEs, and now there are 102 cooperatives and SMEs that receive / transfer the grant funds. The funds will be given to 178 cooperatives and SMEs. Those funds are grant funds, so that each recipient does not have an obligation to return the funds they receive.

“Only the respective cooperatives and SMEs that have an obligation to report the use of these funds. Therefore, it as evidence when no examination of the State Audit Board (BPK, red),” said former Assistant III Sekkab Gresik.

Head Office of Industry and Cooperatives SMEs Pemkab Gresik, SUTAJI, Rudy said when contacted separately, Gresik Regency Government is very concerned with cooperatives and SMEs. Therefore, the existence of cooperatives and SMEs wired is one of the milestones as well as sustaining economy advances, particularly in villages.

“Coop had a big hand in development in Gresik. For that, local government is very concerned with their existence,” SUTAJI Rudy.

In addition to providing an injection of funds, Gresik Regency Government through the Department of Cooperatives, Trade and SMEs also intense provide cooperative and SME development.

“Guidance is intended to help cooperatives and SMEs to their businesses become more advanced and easier to market the products they produce,” he said. (humas)