Tak dinyana, di gang sempit Jl. Sindujoyo XIX yang hanya selebar 4 meter, ternyata ada 2 gedung sekolah yang lumayan besar dan saling berhadapan. Komplek Sekolah Mualimat NU memang terletak di gang sempit padat penduduk di belakang Pasar Kota Gresik. Satu gedung yang menghadap ke Selatan adalah SD Mualimat NU. Sedang diseberangnya ada gedung sekolah baru bertingkat 3, yakni SMP Mualimat NU Gresik. Gedung sekolah inilah yang diresmikan oleh Bupati Gresik, Dr. Ir. Sambari Halim Radiato, ST, M.Si pada Rabu (29/12).

Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi kami, karena atas kerjasama dan peran serta masyarakat telah berhasil membangun gedung sekolah semewah seperti.”kami tidak akan mampu membangun seperti ini dalam waktu yang singkat. Kami hanya bisa menyumbang Rp.75 juta. Untuk kenyamanan pada awal tahun nanti kami akan memberikan 2 unit AC” semoga gedung sekolah ini bisa memberikan kenyamanan untuk penghuninya” ujar Bupati.

Gedung senilai lebih dari Rp. 1 milyar ini memang baru selesai dibangun. Gedung ini berlantai 3 terdiri dari 9 lokal dan 7 kamar mandi. Saat ini murid SMP Muallimat sebanyak 254 siswi. Pembangunannya sendiri merupakan hasil sumbangan Alumni dan masyarakat sekitar. Konon menurut ketua Panitia Pembangunan, H. Mas”ud, gedung yang setiap lantainya mempunyai luas 228 m2 menelan dana Rp. 850 juta. “gedung ini dibangun hanya dalam waktu sekitar 1 tahun” ujarnya bangga.

Mulanya kami hampir tak percaya gedung sekolah yang mengkhususkan untuk murid perempuan ini bisa tuntas dalam waktu 1 tahun. Modal awal kami hanya tanah, itupun pengadaannya tidak sekaligus. Tanah seluas 228 m2 ini mulanya dari 4 bangunan rumah. Yang kami beli dari warga secara bertahap sejak tahun 1998 lalu.

Pada tahun 1998, kami berhasil membeli rumah seharga Rp. 36 juta, disusul pada tahun 2001 kami membeli lagi rumah warga disebelahnya seharga Rp. 40 juta. Pada tahun 2004 kami juga berhasil membeli 1 rumah lagi seharga Rp. 56 juta. Dan yang terakhir yaitu pada tahun 2009 kami berhasil membeli rumah lagi seharga Rp. 165 juta.

Setelah membeli rumah yang terakhir itulah kami masyarakat Sindujoyo, alumni dan Pengurus Mualimat sepakat membangun sekolah meskipun saat itu modal kami tidak ada. Bantuan spontanlah yang membuat gedung ini berdiri megah. Hampir tak terhitung, bantuan semen yang diantar dengan becak entah dari mana dan siapa penymbangnya. “saya berdoa semoga sumbangan dari donatur yang tidak menyebutkan nama dan alamatnya itu diterima Allah SWT” ujar Mas”ud.

Mantan Kepala Sekolah Hj. Nafiatus Sa”adah yang pernah mengabdi sejak 1985 – 2005 dan saat ini menjadi ketua Muslimat Gresik menyatakan bersyukur dengan gedung baru ini. “dengan gedung baru ini, murid SMP Mual”limat bisa masuk pagi. Kalau dulu mereka masuk siang sampai sore. Sehingga kurang optimal, karena target kurikulum tidak tercapai” kenyataan ini juga diamini oleh kepala sekolah saat ini, M. Mahmudin. “kalau pada tahun ajaran 2009/2010 kami berhasil merebut peringkat 10 nilai UAN tingkat Jawa Timur, semoga selanjutnya kami bisa lebih meningkatkan prestasi tersebut” tambah Mahmudin. (sdm)