Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto siap kelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari 1500 perusahaan di Gresik. Dana tersebut akan dimanfaatkan sebagai dana Santunan Yatim Piatu, Janda dan Fakir miskin. Pernyataan ini disampaikan Bupati Gresik pada Selasa (24/5) di Balongpanggang Gresik sebelum menerima kunjungan kerja beberapa Pemerintah daerah.

Tak tanggung-tanggung 2 Pemerintah daerah masing-masing Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Mereka diterima di ruang Graita Eka Praja kantor Bupati Gresik.

Rombongan yang berjumlah sebanyak 62 orang yaitu 10 orang dari Pemerintah Kabupaten Kutai
Kertanegara, dan 52 orang dari Pemerintah Kota Malang. Rombongan dari Pemkot Malam dipimpin oleh Kepala badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Pemkot Malang, Drs. Jarot Edy Sulistyono, M.Si. Bahkan rombongan dari Pemkot Malang menyertakan Kader Lingkungan.

Dalam keterangan sebelumnya, Bupati menjelaskan, Saat ini pihaknya berhasil mengumpulkan sejumlah dana CSR dari beberapa Perusahaan.”dana santunan Yatim piatu dari Pemerintah daerah sebesar Rp. 3 milyar. “kami mohon perusahaan ikut bertanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakat sekitar melalui CSR.” Ujar Bupati.

Dari sukses Bupati tersebut, beberapa Pemerintah daerah luar Gresik bahkan jauh dari luar pulau Jawa ”rame-rame” belajar ke Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengelola CSR ini.”kita komit untuk selalu memperbaiki pengelolaan CSR ini, karena orang luar mengetahui bahwa pengelolaan CSR di Kabupaten Gresik adalah yang terbaik” yambah Bupati bangga.

Selain Bupati, turut mendampingi Sekda Kabupeten Gresik, Ir. Mokh Nadjib beserta segenap pejabat Pemkab Gresik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gresik, serta perwakilan Bank Jatim Cabang Gresik.(Tin/sdm)
‘, ‘Gresik Regent, Dr. Halim Sambari Radianto ready fund governance Corporate Social Responsibility (CSR) of 1500 companies in Gresik. The funds will be utilized as a fund Benefit Orphans, Widows and poor Fakir. This statement was delivered Gresik Regent on Tuesday (24 / 5) in Balongpanggang Gresik before accepting a working visit some local governments.

Unmitigated two local governments each District Government of Kutai Kartanegara, East Kalimantan Province and the City Government of Malang, East Java Province. They were received at the office space Graita Eka Praja Gresik Regent.

The delegation which numbered as many as 62 people 10 people from the Government of Kutai Kartanegara, and 52 people from the City Government of Malang. The delegation of the City Government led by the head entity Night Community Empowerment and Family Planning City Government of Malang, Drs. Edy Jarot Sulistyono, M.Sc. Even the entourage of the City Government of Malang include Environmental Kader.

In previous testimony, Regent explains, currently it managed to collect some funds from some company CSR. “Orphan allowance funds from local governments amounted to Rp. 3 billion. “We ask the company was partly responsible for the welfare of the surrounding community through CSR.” Said the Regent.

Of the successful Regent, some local governments outside of Gresik even far from the outer islands of Java ”-do” learning to the Government of Gresik Regency CSR to manage this. “We are committed to always improve the management of CSR, as an outsider to know that the management of CSR in the District Gresik is the best “Add Regent proud.

In addition to the Regent, accompanied the Secretary Kabupeten Gresik, Ir. Mokh Nadjib Pemkab Gresik and its all official. Head of Department of Public Works (PU), Head of the Environment Agency (BLH), Head of Marine Department, Fisheries and Livestock Gresik District, and representatives of Bank Branch Gresik in East Java. (Tin / tbsp)