SAAT INI PERANGKAT DESA JADI REBUTAN WARGA

Kamis, 8 October 2015 | 07:25

Penghasilan tetap yang di terima kepala desa, sekretaris desa dan perangkat desa ternyata mendapat perhatian tersendiri bagi pansus 3 DPRD Kabupaten Jepara. Mereka melakukan kunjungan ke Kabupaten Gresik terkait dengan kedudukan pengelolaan keuangan petinggi desa dan perangkat desa. Rombongan yang di ketuai Ir.H. Nur Fuad di terima langsung oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan Dra. Hj.Indah Sofiana beserta pejabat terkait di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, rabu (7/10).

Dalam kunjungannya ketua pansus menjelaskan bahwa kunjungan kali ini khususnya di Kab Gresik ingin belajar tentang kedudukan pengelolaan keuangan petinggi desa dan perangkat desa, karena Kab Jepara saat ini telah menggodok Ranperda terkait hal tersebut, serta bagaimana keberadaan tanah bengkok yang di kuasai kepada desa dan perangkat.

Di akuinya bahwa Kab Gresik saat ini tidak mempunyai Perda, Kab Gresik hanya mengacu pada Permendagri 113, hal ini langsung di tindak lanjuti dengan Perbup No 4 tahun 2015 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa, apakah nantinya akan masuk ke Perda, besok kita tunggu saja pandangan fraksi di DPRD Kab Gresik jelas, Staf Ahli bidang Pemerintahan Dra. Hj. Indah Sofiana.

Dra. Hj, Indah Sofiana juga menjelaskan bahwa penghasilan kepala desa hingga perangkat desa saat ini sudah cukup bagus, sesuai dengan Perbup bahwa penghasilan tetap Kades sudah mencapai Rp 2,4 Juta, penghasilan tetap sekretaris desa Rp 1,9 juta dan penghasilan tetap perangkat Rp 1,750 juta. Itu belum termasuk tunjangan  dari ADD maupun proyek lain yang sah.

Memang terkadang ada kesenjangan antar desa, karena ada desa yang mempunyai bengkok lebih besar, ada desa yang tidak mempunyai bengkok. Namun nantinya sedikit demi sedikit bengkok tersebut akan di masukkan dalam aset APBDes desa, sehingga hasil bengkok tersebut bisa di manfaatkan oleh desa tersebut untuk pembangunan desa, dan sudah bukan kewenangan kepada desa/perangkat. Dengan sangat menggiurnya penghasilan dan tunjangan tersebut, maka banyak warga yang berlomba-lomba ingin menjadi perangkat desa. (dwi)