Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si menyerahkan SK Alokasi Dana PNPM Mandiri pedesaan tahun 2013 kepada 13 UPK se Kabupaten Gresik. Dana tersebut senilai Rp.33,85 milyar. Alokasi dana tersebut diserahkan kepada penanggungjawab 13 unit Pelaksana Kegiatan di 13 Kecamatan yaitu Wringinanom Rp. 1,35 milyar, Kedamean Rp. 3 milyar, Benjeng Rp. 3 milyar, Balongpanggang Rp. 3 milyar, Cerme Rp. 3 milyar, Duduksampeyan Rp. 3 milyar, Bungah Rp. 3 milyar, Sidayu Rp. 1,15 milyar, Dukun Rp. 3 milyar, Panceng Rp. 1,15 milyar, Ujungpangkah Rp. 3 milyar, Tambak Rp. 3,1 milyar dan Sangkapura Rp. 3,1 milyar.

Penyerahan ini dilaksanakan saat acara acara gelar Karya PNPM yang berlangsung di Wahana Ekspresi Pusponegoro, Kamis (21/3). Gelar Karya PNPM Mandiri Pedesaan diikuti 13 Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Dalam pidatonya saat membuka acara tersebut Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si sangat mendukung program ini. Karena menurut wabup, program ini sangat fleksibel untuk diintegrasikan dengan program-program yang lain.

“Gelar acara ini merupakan pembelajaran bagi masing-masing UPK untuk bisa memenejemen program mulai dari produksi sampai pada tingkat pemasaran. Kami melihat para peserta pameran sangat antusias, sehingga tampilan stand yang ada begitu bagus dan kompak. Hal ini menandakan adanya keseriusan para UPK untuk membina para UKM yang ada diwilayahnya” katanya saat meninjau jajaran stand yang ada.

Tentang Program PNPM Mandiri Pedesaan ini, terlihat begitu sukses terutama pada program simpan pinjam. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Pedesaan Kabupaten yang dikelola para ibu-ibu di 13 Kecamatan sudah berkembang menjadi Rp. 41 milyar lebih. Jumlah ini berkembang sekitar 70% dari awal program ini digiulirkan pada tahun 2003.

Pernyataan ini disampaikan oleh fasilitator PNPM Mandiri Pedesaan Kabupaten Gresik, Ir. Kunang Dana Saputra saat acara gelar karya PNPM Mandiri pedesaan saat mendampingi Wakil Bupati Gresik Drs. Mohammad Qosim, MSi. Menurut Kunang, pihaknya salut kepada para ibu yang mengelola simpan-pinjam dana bergulir program PNPM Mandiri pedesaan. “Kesuksesan pengelola ini dibuktikan dengan prosentase pengembalian yang mencapai 99,5 prosen. Dengan tingginya tingkat pengembalian tersebut, dana yang semula hanya sekitar Rp. 15 – 20 milyar sudah berkembang menjadi Rp. 41 milyar” katanya bangga.

Program dana bergulir PNPM mandiri Pedesaan ini tersebar di 13 Kecamatan yaitu Wringinanom, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Cerme, Duduksampeyan, Bungah, Sidayu, Dukun, Panceng, Ujungpangkah, Tambak dan Sangkapura. “Hampir semua UPK di 13 Kecamatan sukses mengelola dana simpan pinjam ini” ujar Kunang.