SEBAGAI KABUPATEN INKLUSI, GRESIK BENTUK UPT RESOURCES CENTRE

Trenyuh juga manakala sekelompok murid SLB membacakan puisi. Dengan diiringi lagu You raise me up milik Josh Groban Ratna Dwi siswa asal SLB Driyorejo Gresik membacakan puisi yang berjudul Aku Ingin seperti mereka.

Meski dengan kalimat yang kurang jelas karena dia adalah seorang tuna wicara. Namun tersirat semangat bahwa dia dan kawan-kawannya ini ingin seperti kita yang sehat. Dalam puisinya, Dwi mengatakan, aku ingin seperti mereka, meski aku berbeda dengan mereka aku ingin punya segala yang mereka bisa, agar aku ada tak sia-sia. Aku tak akan menyerah, menyongsong esok yang cerah.

Bertitik tolak dari semangat dwi dan kawan-kawan, Pemerintah Kabupaten Gresik siap menjadi Kabupaten Inklusi. Untuk mewujudkan itu Pemerintah Kabupaten Gresik membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resources Centre (RC)untuk anak berkebutuhan khusus. Dengan disaksikan oleh dr. Helen Geolius dari Patricia O’Sullivan Humantarian Project Inc. Australia Barat, Bupati Gresik meresmikan gedung Resources Centre, Kamis (30/5).

Seperti yang disampaikan Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto, UPT Resources Centre (RC) anak berkebutuhan khusus yang gedungnya berada di Jalan Proklamasi Gresik ini sebagai lembaga khusus yang menjadi pusat pengembangan pendidikan khusus /pendidikan inkulif khusus anak berkebutuhan khusus. “Sebagai Kabupaten Inklusif, Pemerintah Kabupaten Gresik khususnya lembaga pendidikan di Gresik siap memulai melaksanakan pendidikan Inklusif di sekolah yang ada di Gresik”.ujarnya.

Keseriusan Pemkab Gresik sebagai Kabupaten Inklusif yang pada tahun 2015 memulai program untuk menerima anak-anak inklusif di sekolah umum ini tercermin dengan Pembangunan gedung Resources Centre (RC) dengan dana Rp. 500 juta. Selain itu, Pemkab Gresik juga memberikan dana Bosda Inklusif sebesar Rp. 115 ribu persiswa perbulan untuk anak-anak Inklusif. Menurut Bupati, dana ini dicairkan setiap 3 bulan sekali kepada sekolah-sekolah dimana anak-anak Inklusi ini berada.

Selain itu, Keseriuasan Pemkab Gresik ini juga dilihat dari adanya beberapa upaya dalam penyediaan intruktur di UPT Resources Centre (RC). Ada 4 orang pelatih yang sudah dididik khusus yaitu 2 orang pelatih dididik di Australia Barat, 2 orang pelatih di didik di RS dr Sutomo, 3 orang Guru dan 1 orang Phsycholog. Gresik juga menyediakan sekolah Luar Biasa disetiap Kecamatan. “Bahkan kata Bupati ada beberapa kecamatan yang punya lebih dari satu”, ujar Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Nadlif mengatakan, di Gresik 506 siswa Sekolah Luar Biasa. Sedangkan yang ada di sekolah Inklusi sebanyak 107 siswa. Dengan adanya UPT Resources Centre (RC) maka UPT yang meleklat di Dinas Pendidikan Gresik ini akan melayani Layanan anak intervensi dini dengan layanan konsultasi dan diagnose, layanan terapy wicara, motorik, perilaku, occupasi dan omrekomendasi penempatan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, layanan orang tua bagi anak berkebutuhan khusus, layanan bagi tenaga pendidik dan layanan masyarakat. (sdm)