PRODUK HUKUM      PPID      BKD      BAPPEDA      DPM DAN PTSP

DKB DAN PP      DISPENDUKCAPIL      DISPENDIK      BPPKAD      DINKES

PNPM MANDIRI      KIM SENTOSA      KIM HARAPAN BERSAMA
DISHUB      DINAS PERTANIAN      DINAS PARIWISATA      GRESIK MIGAS

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN      PDAM      RSUD IBNU SINA

KECAMATAN KEBOMAS      KECAMATAN BUNGAH

home / profil / pertumbuhan ekonomi

 

 

Pertumbuhan Ekonomi

 


 

Ekonomi Kabupaten Gresik mengalami pertumbuhan sebesar 6,15% pada tahun 2015. Kondisi ini melambat 0,88 poin dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 7,03%. Ditinjau berdasarkan posisi relatif Gresik terhadap Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Gresik di atas ekonomi Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan 5,44% pada tahun 2015 atau melambat 0,42 poin dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar  5,86%. Kondisi ini selaras bila ditinjau dari posisi relatif Gresik terhadap nasional pada tahun 2015 yang tumbuh 4,79 persen atau melambat bila dibanding tahun 2014 yang mencapai 5,02 persen Posisi relatif pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik dapat dilihat pada grafik berikut:  


 

 

 


Ditinjau dari kerangka ekonomi makro berdasarkan data termutakhir, produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Gresik atas dasar harga konstan 2010 masih mencapai Rp 76,340,445.19 atau mengalami peningkatan 7,06% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini selaras dengan PDRB atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp 93,813,286.08 atau meningkat 12,72% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Apdapun secara rinci PDRB Kabupaten Gresik dapat dilihat sebagaimana tabel berikut: 

 

 

Struktur ekonomi Kabupaten Gresik berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku di dominasi oleh industri pengolahan dengan 48,20%. Sedangkan sektor dengan presentase terendah adalah pengadaan air, pengelolahan sampah, Limbah dan Daur Ulang dengan 0,06%. Adapaun secara rinci distribusi presentase PDRB Kabupaten Gresik dapat dilihat sebagaimana tabel berikut: 

 

 

Tingkat pengangguran Kabupaten Gresik pada tahun 2015 menunjukkan capaian yang positif pada level 4,41% atau menurun 0,65 poin dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 5,06%. Secara trendline Perkembangan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik selama tahun 2011-2015 mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik menekan angka pengangguran pada tahun 2013 hingga mencapai 4,51% dari 6,72% pada tahun 2012 ternyata tidak diiringi pada tahun berikutnya. Pengangguran meningkat tipis 0,15% atau mencapai 5,06% pada tahun 2014. Gejolak tingkat pengangguran ini di sebabkan oleh berbagai hal persaingan pencari kerja yang kompetitif antara masyarakat lokal dan masyarakat di luar Gresik, kultur budaya pencari kerja, persyaratan kompetensi yang dibutuhkan, hingga bentuk investasi.

 

P0 tingkat kemiskinan yaitu presentase penduduk miskin yang berada di bawah garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin sebanyak 181.700 jiwa pada tahun 2011 menurun 14.750 jiwa hingga menjadi 166,950.00 jiwa pada tahun 2014. Adapun P1 Indeks Kedalaman Kemiskinan yaitu ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Bila indeks kedalaman kemiskinan semakin menurun artinya rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menyempit. Sedangkan P2 Indeks Keparahan Kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Bila, indeks semakin menurun maka ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin berkurang.

 

 



LELANG   MAIL   SURVEY   PENGADUAN   PETA