UJI KETAHANAN TUBUH, PESERTA SELEKSI POL-PP JALANI TES FISIK

Kamis, 11 February 2016 | 07:49

Sebanyak 277 pendaftar yang bakal menjadi petugas satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)  terlihat bersemangat saat menjalani tes fisik di halaman Pemkab Gresik, Rabu (10/2/1016). Tes fisik tersebut dilakukan setelah mereka lolos seleksi administrasi dan tes kesehatan.

“Kami telah melakukan seleksi administrasi pada tanggal 5 Februari lalu, setelah seleksi administrasi, peserta menjalani tes kesehatan. Peserta yang lolos pada tes kesehatan, hari ini mereka menjalani tes fisik. Ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan fisik para peserta, setelah itu, baru dilakukan Tes Potensi Akademik (TPA),” ujar Kasi Operasi Ketentraman dan Ketertiban, Agung Endro.

Tes fisik tersebut meliputi lari keliling lapangan Pemkab Gresik minimal 7 putaran dalam waktu 12 menit, shit up, push up dan shuttle run (lari angka 8).

Terkait sistem seleksi, Agung mengatakan bahwa seleksi dilakukan dengan sistem gugur. Dalam setiap tahapan, peserta yang tidak lulus akan gugur dan tidak dapat mengikuti tes selanjutnya.

Selain itu, seleksi juga dilakukan secara obyektif dan transparan. “yang kami butuhkan adalah petugas yang profesional, oleh sebab itu proses seleksi penerimaan Satpol-PP dilakukan secara obyektif, maka kami juga melibatkan BKD dan Dinkes dalam pelaksanaan seleksi kali ini,” ujar Agung.

Sementara itu Kasat Pol-PP Drs. Darmawan ketika ditanya mengenai penempatan dan gaji, dirinya menjelaskan terkait penempatan, pihaknya masih mempersiapkan  dan berkoordinasi dengan SKPD terkait. Dan terkait gaji, mereka akan mendapatkan honor yang disesuaikan dengan Tugas dan Fungsi (Tusi) SKPD masing-masing dengan membuat perjanjian kontrak dan laporan kegiatan tiap bulan. Selain itu mereka juga menandatangani perjanjian kontrak untuk tidak menuntut diangkat menjadi PNS.

Jadi, tambah Drs. Darmawan nantinya mereka yang sudah diterima dan siap bekerja dapat mendukung kuantitas dari personel yang sudah ada. “Kami berharap dengan penambahan personel ini, kinerja lebih meningkat dan siap melaksanakan tugas pokok dan fungsi untuk menegakkan Perda. Selain itu kami berupaya agar mereka dapat bekerja secara profesional namun tetap humanis,” ujar Drs. Darmawan. (ia)