Bila Idul Fitri adalah lentera, izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf

Dewan Ketahanan Nasional Sosialisasikan Antisipasi Bencana

Kamis, 11 July 2019 | 15:08

Bertugas untuk sosialisasi dan mengumpulkan informasi serta data sebagai masukan dalam perumusan kebijakan nasional yang berkaitan dengan mitigasi bencana dalam rangka ketahanan nasional. Sebanyak 6 orang petinggi dari Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional mengunjungi Pemkab Gresik.

Mereka adalah Marsekal Pertama TNI Bayu Roostono, Brigjen TNI Sugeng, Brigjen TNI Made Datrawan, Kolonel Chb. I Gusti Putu Wirejana, Kolonel Pom. Djati Santoso dan Dr. Sumantri.

Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto didampingi Komandam Kodim 0817 Letkol Infantri Budi Handoko serta Kepala Opd Pemkab Gresik menerima di Ruang Rapat Graita Eka Praja, Kamis (11/7/2019).   

Untuk keperluan tersebut, Anggota Dewan Ketahanan Nasional tersebut membawa pakar gempa dari Institit Teknologi Surabaya (ITS). Profesor Amin Widodo.

Ketua Rombongan Bayu Roostono mengatakan bahwa pihaknya dalam rangka mensosialisasikan rencana aksi bela negara.

“Seluruh Warga negara berkewajiban untuk bela negara. Bela negara kekinian adalah dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Bela negara perlu diperkuat sesuai Instruksi Presiden nomer 7/2018” katanya.

Menurutnya, ancaman tertinggi ketahanan nasional adalah bencana. Jadi rencana aksi persiapan dini adalah mengurangi resiko bencana.

“Kami berharap, dalam penataan kota dan pembangunan perlu dikonsultasikan ke kami atau pusat study gempa Nasional PUTR” harapnya.

Menguatkan harapan Dewan Ketahanan Nasional, Amin Widodo pakar gempa ITS yang ikut serta kunjungan tersebut menjelaskan, kenapa setiap gempa di Jepang dampaknya sangat kecil sedangkan di Indonesia dampaknya sangat besar ? Jepang sudah lama melakukan penelitian dan masyarakatnya telah terlatih sejak dini.

“Potensi gempa di Indonesia sangat besar, karena ada 3 sesar aktif atau patahan aktif. Gempa tidak dapat diprediksi, dihindari dan dijinakkan. Namun bisa dipelajari dan diminimalisir dampaknya.   

Dalam sambutannya, Bupati Sambari menjelaskan tentang kondisi Gresik, termasuk potensi bencana yang ada di Gresik. Bupati mengakui bahwa ada potensi banjir di Gresik yang diakibatkan oleh meluapnya kali lamong dan Sungai Bengawan Solo. Namun menurut orang nomer satu di Gresik ini, Pemkab Gresik telah meminimalisir dampaknya.

“Kami sudah menyiapkan semua desa terdampak untuk menjadi desa tangguh bencana. Terutama pada desa yang menjadi langganan banjir. Kami juga sudah membuat tanggul di desa Cermenlerek yang dulu menjadi langganan banjir, saat ini mulai berkurang” katanya tentang banjir.

Untuk mengurangi dampak kekeringan, Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun seribu sumur bahkan lebih. Sumur-sumur itu dibangun di tiap RW atau pedukuhan. (sdm/edited by Diskominfo Kab. Gresik)

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Gresik
Copyright © 2019 Dinas Komunikasi dan Informatika
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 60 Telp. 0313975454