Kepada DPR RI, Bupati Sampaikan Tidak Ada Pekerja Anak di Gresik

Selasa, 29 January 2019 | 16:27

Tidak ada pekerja anak di Gresik. Pernyataan ini diampaikan oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto saat menerima kunjungan specific Dede Yusuf M.E beserta anggota Komisi IX DPR RI ke Gresik.

Bupati yang di dampingi oleh para Kepala OPD Pemkab Gresik menerima kunjungan para anggota DPR RI yang saat itu diikuti oleh Pejabat dari Kementerian tenaga Kerja, Pejabat BPJS Ketenaga kerjaan ini di Ruang Graita Eka Praja, Selasa (29/1/2019).

Dalam penjelasannya Bupati Sambari menjelaskan ketenagakerjaan di Gresik dengan Upah minimum Kabupaten (UMK) tertinggi di Jawa Timur yaitu Rp. 3.874.000. Bupati Sambari juga mengatakan, tidak adanya pekerja anak di Gresik sudah sesuai dengan Perda Kabupaten Gresik nomer 18 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

“Kami juga menugaskan seluruh camat yang ditindaklanjuti sampai ke Kepala Desa untuk mewajibkan orang tua agar mendidik anak dengan wajib belajar sampai SMA. Selain itu, pemahaman wajib belasjar itu juga kami sosialisasikan kepada seluruh TP PKK dan sekolah Perempuan. ” tandas Sambari.

Pernyataan Bupati Gresik ini juga diperkuat oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Triandhi Suprihartono yang juga turut hadir Bersama kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik. Menurutnya sampai hari ini tidak ada pekerja anak di Gresik.

“Saya tidak menemukan adanya anak dibawah umur yang bekerja di perusahaan di Gresik. hal itu terlalu berbahaya” ungkapnya.

Pada Kunjungan specific Komisi IX DPR RI ke Gresik, Dede Yusuf bertindak sebagai Ketua rombongan. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Gresik ini, dia menyatakan untuk mencari data terkait data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2017 ada 2  juta lebih pekerja anak di Indonesia. Di Jawa Timur ada 160 ribu pekerja anak dan yang terbesar ada di sector Pertanian.

“Sebagai kota Industri, saya ingin tahu persis adakah pekerja anak disektor industry di Gresik. sekarang semuanya sudah jelas setelah mendapat informasi dari Bapak Bupati. Saya bangga dengan yang sudah dilakukan oleh Bupati Gresik dalam upaya untuk meniadakan tenaga kerja anak.” katanya.  

Dede Yusuf juga menyatakan keprihatinannya bahwa sesuai data yang dimiliki, dari jumlah 130 juta tenaga kerja di Indonesia 60 prosen mereka adalah tamatan SD dan SMP. Hal ini akan semakin rentan terhadap kemiskinan.

“Saya bangga dengan Gresik atas upaya dari Bupati Gresik yang sukses dalam meniadakan tenaga kerja anak dan peningkatan partisipasi masyarakat dibidang Pendidikan. Hal ini patut dijadikan contoh oleh Kabupaten yang lain” katanya saat berbicara dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Sutrisno usai Kunker tersebut. (sdm/edited by Diskominfo Kab. Gresik)