DESA PRANTI

Kantor :

  • Jl. Raya Pranti
  • -
  • fake@fake.com
  • -

DESA PRANTI

HARDI

NIP : 2019-2025

Dana Desa Tahun 2019 : Rp. 820.235.000,00

Visi

MISI

Tugas

Fungsi

DEMOGRAFI

Berdasarkan Data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2015, jumlah penduduk Desa Pranti adalah terdiri dari 873 KK, dengan jumlah total 3.125 jiwa, dengan rincian 1.575 laki-laki dan 1.550 perempuan.

 

Tabel Usia

NoUSIA (TAHUN)Laki-LakiPerempuan Jumlah%
1.0-468621304,16 %
2.5-91061092156,88%
3.10-141131362497,97%
4.15-191331022357,52%
5.20-24113952086,66%
6.25-29101961976,30%
7.30-341391422818,99%
8.35-391381212598,29%
9.40-441391342738,74%
10.45-491241202447,81%
11.50-54901071976,30%
12.55-59104821865,95%
13.60-644450943,01%
14.65>16319435711,42%
Jumlah Total157515503125100%

 

Tabel Tingkat Pendidikan

NoLULUSAN SEKOLAH

JUMLAH JIWA

1

SDN Sederajat

668

2

SLTP/MTS

842

3

SLTA

579

4

Sarjana

68

5

Sarjana 2

9

6

D-1

8

7

D-2

6

8

D-3

13

 

Tabel Mata Pencaharian

NoJENIS MATA PENCAHARIAN

JUMLAH JIWA

1

Petani

1440

2

Karyawan Perusahaan/Pabrik

485

3

Pedagang/Penjual Makanan/Warung/Toko

30

4

Pegawai Negeri Sipil/Pensiunan

17

5

TNI/Polri/Purnawirawan

4

6

Pengemudi (Mobil, Becak)

7

Tukang/Buruh Bangunan

39

8

Wiraswasta /Wirausaha

20

9

Lain-lain

240

 

Tabel Akseptor Keluarga Berencana

No

KETERANGAN

JUMLAH JIWA

1

Pasangan Usia Subur (PUS)

1301

2

Jumlah Peserta KB Menurut umur

Kurang 20 Tahun

71

21-30 Tahun

413

31-40 Tahun

450

Lebih dari 40 Tahun

81

Jumlah

1015

 

Tabel Kader Pembangunan Desa

No

KETERANGAN

JUMLAH (ORANG)

1KPMD

3

2KSM

6

3POKMAS

7

Jumlah

16

 

Tabel Jumlah Tenaga Medis

NoKETERANGAN

JUMLAH (ORANG)

1

Dokter Umum

2

Dokter Gigi

3

Dokter Spesialis

4

Dokter Hewan

5

Bidan

1

6

Mantri Kesehatan

7

Perawat

1

8

Dukun Bayi

1

Jumlah

3

SEJARAH

Sejarah Desa Pranti tidak terlepas dari sejarah Masyarakat Desa Pranti pada dahulu kala di wilayah desa ini banyak perampok yang selalu beraksi dan membuat ketakutan masyarakat sekitar, para perampok sering melancarkan aksi kekerasan terhadap warga. Kemudian pada suatu saat ada perkumpulan orang yang memiliki ilmu kanuragan (bela diri) berkumpul dan berencana membuat pagar ghaib yang dalam bahasa jawa nya yakni dipranteni (pagar ghaib/tak kasat mata) yang bertujuan untuk melindungi warga dari gangguan perampok. Akhirnya desa Pranti menjadi aman dari perampok karena pagar tak kasat mata itu sendiri yang dibuat oleh sekumpulan orang berilmu. Akhirnya masyarakat setempat sepakat untuk memberi nama desa ini, Desa Pranti.

Awal mula terbaginya desa Pranti menjadi beberapa bagian dikarenakan pada masa itu para penduduk suka bergerombol dan membentuk kelompok sendiri, setiap kelompok memiliki karakter yang berbeda – beda dengan kelompok yang lain. Desa Pranti sendiri terdapat 4 dusun yakni Glundung, Kalimalang, Pranti, dan Kemorogan.

Dusun sebelah Timur diberi nama Glundung, karena wilayahnya sangat penurut dan patuh (istilah Jawa: Glundung rono glundung rene manut wae). Munculnya dusun Kalimalang, karena pada masa itu warganya Mempunyai karakteristik buruk yakni suka menghalang-halangi orang lain yang berbuat baik atau selalu menghalangi terbentuknya peraturan baru yang bertujuan untuk kebaikan warga maka akhirnya diberi nama Kalimalang yang artinya sungai yang jadi penghalang.

Sedangkan dusun Kemorogan, diberi nama karena karakteristik warga yang berdiam disitu banyak yang arogan. Kemudian yang terakhir dusun Pranti di dalamnya banyak warga yang pandai ilmu bela diri kanoragan yang membuat desa Pranti aman dengan membangun pagar ghaib/tak kasat mata.


TRANSPARANSI ANGGARAN