DESA WAHAS

Kantor :

  • Jl. Kartini Desa Wahas
  • 085815554797

kepala DESA WAHAS

H. MASKUR

NIP : Periode : Tahun 2019 - 2025

Dana Desa Tahun 2019 : Rp. 784.297.000,00

Visi

” Terwujudnya Desa Wahas Yang Maju, Sejahtera, Aman, Sehat, Cerdas, Mandiri, Berbudaya Dan Berakhlaq Mulia “

MISI

1. Mewujudkan keamanan dan ketertiban dilingkungan Desa Wahas
2. Meningkatkan kesehatan, kebersihan desa serta mengusahakan jaminan kesehatan masyarakat melalui program pemerintah
3. Mewujudkan dan meningkatkan serta meneruskan tata kelola pemerintahan desa yang baik
4. Meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat desa dan daya saing desa
5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan mewujudkan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) dan program lain untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa serta meningkatkan produk rumah tangga kecil
6. Meningkatkan sarana dan prasarana dari segi fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan desa
7. Meningkatkan kehidupan yang harmonis, toleran, saling menghormati dalam kehidupan berbudaya dan beragama di desa wahas
8. Mengedepankan kejujuran, keadilan, transparansi dalam kehidupan sehari hari baik dalam pemerintahan maupun dengan masyarakat desa
9. Meningkatkan pembangunan insfrastruktur yang mendukung penguatan sector pertanian.

Tugas

Fungsi

GEOGRAFIS

Batas-batas Desa Wahas

Secara administratif, Desa Wahas  terletak di wilayah Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang.  Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mojogede Kecamatan Balongpanggang. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Wonorejo Kecamatan Balongpanggang. Sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Karangsemanding Kecamatan Balongpanggang.

Jarak tempuh Desa Wahas ke ibu kota kecamatan adalah 3 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten Gresik adalah 15 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 45 Menit.  Ke Ibu Kota Propinsi 35 km dengan jarak tempuh 90 menit.

Luas Wilayah Desa

Desa Wahas termasuk wilayah Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik yang berada di sebelah Selatan Ibukota Kabupaten Gresik dengan luas 218 ha.

  1. Pemukiman                             :     51.78    ha
  2.   Tanah Ladang sawah / Tegal  :   152.24    ha
  3.   Pekarangan                              :       8.60    ha
  4.   Tanah Fasilitas umum             :       5.38    ha

Kondisi Geografis

Kondisi Geografis Desa Wahas adalah sebagai berikut :

  • Kordinat Bujur                            :
  • Koordinat Lintang                      :
  • Curah Hujan                                : 2.245 mm/tahun
  • Ketinggian DPL (m)                   : +  30 m DPL
  • Temperatur                                  :  22oC – 33oC

SEJARAH

Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dan karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah Desa atau Daerah seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut kemulut sehingga sulit di buktikan secara fakta dan tak jarang dianggap keramat, dalam hal ini Desa  Wahas juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari desa ini yang kami tuangkan dalam kisah – kisah dibawah ini:

  1.  Asal usul ( Legenda ) Desa Wahas

Di Desa Wahas terdapat dua dusun yaitu Dusun Wahas dan Dusun Kalipang  yang menurut cerita tokoh masyarakat sejarah terjadinya kedua dusun sangt berbeda, sehingga akan sedikit kita gambarkan sejarah kedua dusun sebagai berikut

Sejarah  ( Asal – usul ) Dusun  Wahas

Pada Tahun 1863 Dusun Wahas masih bernama wonosari yang lokasinya masih berada sebelah barat desa Wonorejo. Pada masa itu desa Wonosari tidak aman karena tempat tersebut sering didatangi oleh perampok, karena merasa tidak aman penduduk sepakat untuk pindah mencari lokasi yang lebih aman, akhirnya  pindah kearah utara yang agak jauh dari perkampungan terdahulu dan dinamakan Dusun Wahas, yang mempunyai arti “ awas “ yaitu hati-hati atau waspada atau dengan kata lain yaitu hati-hati terhadap kejahatan yang serupa seperti yang terjadi didaerah terdahulu.

Sejarah ( Asal – usul ) Dusun Kalipang

Nama Dusun Kalipang sebenarnya bukan kalipang, ada yang mengatakan Kalibang, ada yang mengatakan kalipan, kedua nama tersebut mempunyai sejarah berbeda, pada jaman kerajaan majapahit terjadi perang dengan kerajaan tuban, majapahit mengutus Demang Malangyudho untuk membasmi pasukan dari Tuban, tetapi karena pasukan banyak yang gugur sehingga Ki Demang Malangyudho memutuskan untuk lari kearah timur, menggunakan kapal sampailah pada sebuah sungai yang warna airnya berbeda dengan warna air biasanya, yaitu berwarna merah, sesampainya disebuah pohon pasukan Ki Demang Malangyudho lenyap bagaikan ditelan bumi sehingga masyarakat sekitar menyebut dengan kalipan ( hilang tanpa jejak ) ditempat itu tumbuh sebuah pohon asam yang oleh masyarakat desa dikeramatkan sebagai tempat leluhur dari dusun Kalipang, adapun nama dusun kalipang sendiri berubah karena loghat dari penduduk asli yang memilih gampangnya saja memakai nama kalipang.

  1.  Sejarah Pemerintahan Desa Wahas

Tiap-tiap Dukuhan dukuhan dipimpin oleh seorang Kepala Dukuhan yang membawahi RT/RW yang dibantu oleh Kebayan, Kamituo, serta beberapa lembaga lain dan juga Jagabaya (Kamtibmas sekarang) sebagai penanggungjawab keamanan, mereka semua menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik. Sebagai imbalan dari pelayanan mereka masyarakat menyediakan, lahan sawah untuk  diberikan kepada mereka (sawah ganjaran )

Pada jaman ordebaru banyak mengalami perubahan, Wahas yang semula berbentuk kelurahan menjadi bentuk Desa dan dukuhan menjadi Dusun.

Seiring dengan perkembangan jaman Desa Wahas mengalami pemekaran secara Administratif  desa wahas yang semula memiliki 6 RT kini menjadi 11  dan 4 RW.

Dari masa berdiri sampai sekarang Desa Wahas telah mengalami beberapa pergantian Lurah atau Kepala Desa.

Adapun beberapa Nama Lurah dan Kepala Desa yang dapat kami tulis sebagai berikut:

  1. Lurah Buang  menjabat Kepala Desa Tahun 1923 s/d 1933
  2. Lurah Inggu menjabat Kepala Desa Tahun 1933 s/d 1943
  3. Lurah Darim menjabat Kepala Desa Tahun 1943 s/d 1970
  4. Lurah Pi’I menjabat Kepala Desa tahun 1970 s/d 1978
  5. Lurah Satrim menjabat Kepala Desa tahun 1978 s/d 1991
  6. Lurah Su untung menjabat Kepala Desa tahun 1991  s/d 1999
  7. Lurah Abd Ghofur menjabat Kepala Desa tahun 1999 s/d 2013
  8. Lurah Mohammad Supriyadi menjabat Kepala Desa  tahun 2013 s/d 2019
  9. Lurah H. Maskur menjabat Kepala Desa tahun 2019 s/d 2025
  1.  Sejarah perkembangan dan pembangunan Desa Wahas

Perkembangan di Desa Wahas dapat dicatat dalam beberapa kepemimpinan Kepala Desa yang masing – masing memiliki hal-hal yang menonjol sbb :
1. Masa Kepemimpinan P. Buang (1923 s/d 1933)

  • Sebagai lurah pertama kali
  • Pemekaran Desa menjadi lebih luas

2. Masa Kepemimpinan Lurah Inggu (1933 s/d 1943)

  • Pemekaran Dusun Kalipang yang awalnya hanya beberapa rumah

​3. Masa Kepemimpinan Lurah Darim (1943 s/d 1970)

  • Masa kepemimpinan paling lama 30 Tahun
  • Pembangunan sekolah Dasar dan Balai Desa
  • Pembangunan Jembatan saluran air
  • Pembuatan jalan lingkungan wilayah dukuhan kalipang

4. Masa Kepemimpinan Lurah Pi’I (1970 s/d 1978 )

  • Renovasi balai desa

5. Masa Kepemimpinan lurah Satrim ( 1970 s/d 1978 )

  • Pembuatan Lapangan sepakbola
  • Rehab Balai Desa

6. Masa Kepemimpinan Lurah Su untung ( 1991  s/d 1999 )

  • Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Suuntung perkembangan Desa wahas sedikit terhambat, pembagunan relative kecil

7. Masa kepemimpinan Lurah Abdul Ghofur ( 1999 s/d 2013)

  • Pemindahan Lapangan Sepakbola kesebelah selatan
  • Pembangunan Jalan Poros Desa dari APBD senilai 125 juta
  • Pembangunan Sarana air Bersih dari ppk senilai 68 juta
  • Pembangunan dinding penahan jalan poros dari PPK senilai 87 juta
  • Pemugaran Balai Desa senilai 50 juta
  • Pembangunan Gedung TPQ di dusun Wahas
  • Pembangunan Jalan Paving lingkungan
  • Pembangunan Gedung pertanian
  • Rehab kantor Desa
  • Pembangunan HIPPAM di dusun Kalipang
  • Pembuatan Joglo Desa

8. Masa Kepemimpinan Lurah Mohammad Supriyadi (21 Maret 2013 s/d 2019) beliau lahir di Dusun wahas

  • Program Pembangunan Infrasruktur Pedesaan (PPIP) sebesar 250 Juta dari APBN ( Pembangunan Saluran Irigasi /plengsengan Jalan lingkungan Dusun Wahas
  • Pavingisasi Jalan Lingkungan di dusun Wahas dari APBN
  • Pavingisasi jalan lingkungan di Dusun Wahas PNPM
  • Pavingisasi JPD
  • Pembangunan Balai Dusun Wahas

PENGHARGAAN 

  • Juara II dalam Perlombaan HIPPA tingkat Nasional tahun 2018

​PRODUK UNGGULAN

  • Desa Wahas memiliki Produk unggulan home industry berupa kasur lantai dan kerupuk. Dua produk itulah yang merupakan produk unggulan Desa Wahas yang juga merupakan sumber pendapatan masyarakat.

​TRANSPARASI ANGGARAN

Pemerintah Desa Wahas, terdiri dari :

1. Kepala Desa
H. MASKUR
2. Sekretariat Desa
SHOLIKIN
– Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum
YUDI PRASTYO
– Kepala Urusan Keuangan
SISWANTO
– Kepala Urusan Perencanaan
EKO NUR WAHYUDI
3. Kepala Seksi Pemerintahan
ISDIOTO
4. Kepala Seksi Kesejahteraan
MARKUN
5. Seksi Pelayanan

6. Kepala Dusun Kalipang
MUSLIMIN
7. Kepala Dusun Wahas
KUSWANTO