Merajut Nusantara Membangun Bangsa,
Bakti Insan Perhubungan untuk
Indonesia Unggul Indonesia Maju.
Scroll kebawah untuk melanjutkan

DESA BANJARSARI

 

Nama Instansi : Desa Banjarsari

Alamat : Jl. Raya Banjarsari No. 01

Telp/Fax : 0317990941

Email : banjarsari61171cerme@gmail.com

Dana Desa Tahun 2019 : Rp. 799.618.000,00

 

 

KEPALA DESA BANJARSARI

Nama : SINGGIH PURWANTO

 

Bagan Struktur Organisasi Desa...Klik

Masa Kepemimpinan Kepala Desa terjadi 9 (Sembilan) kali, yakni :

  1. Kepala Desa PATOK, Menjabat seumur hidup
  2. Kepala Desa JEMBLONG, Menjabat seumur hidup
  3. Kepala Desa TEMO, Menjabat seumur hidup
  4. Kepala Desa SARTIMIN KERTOSARI, Menjabat seumur hidup
  5. Kepala Desa SUDIRJO SIPAN, Menjabat seumur hidup
  6. Kepala Desa UNTUNG SURATNO, Tahun 1980 sampai 1988
  7. Kepala Desa KURNIA, Tahun 1990 sampai 1998
  8. Kepala Desa MOH. ZAINI, SP. Tahun 1999 sampai 2013
  9. Kepala Desa SINGGIH PURWANTO, Tahun 2013 sampai sekarang

VISI DAN MISI DESA BANJARSARI 


Visi :

Mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta pemerataan pembangunan di segala bidang

Misi :

Meningkatkan peran serta masyarakat desa banjarsari dalam mengenali, menganalisis sekaligus mencari pemecahan terhadap masalah - masalah prioritas pembangunan desa banjarsari, terutama di bidang fisik prasarana, ekonomi dan sosial budaya


GEOGRAFIS DESA BANJARSARI

Batas wilayah Desa Banjarsari :

  1. Sebelah Utara   : Berbatasan dengan Ds. Dahan Rejo
  2. Sebelah Timur  : Berbatasan dengan Ds. Kedanyang
  3. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Ds. Tambak Beras
  4. Sebelah Barat Daya : Berbatasan dengan Ds. Padeg
  5. Sebelah Barat Laut : Berbatasan dengan Ds. Ambeng Ambeng

SEJARAH DAN MITOS DESA BANJARSARI

           Seperti yang sudah diceritakan secara terpisah, bahwa Desa Banjarsari ada dua. Yang satu berada di wilayah Kecamatan Manyar dan yang satu lagi berada di wilayah Kecamatan Cerme.  Desa Banjarsari yang berada di wilayah Kecamatan Cerme ini dikelilingi tempat-tempat yang dikeramatkan dan menjadi batas wilayah desa. Menurut cerita para sesepuh dulu, desa ini adalah pintu gerbang utama wilayah Gresik, keluar-masuknya bangsa ghaib. Bagi para calon kepala desa, diwajibkan mengelilingi desa ini melalui tempat-tempat tersebut agar bisa slamêt.

      Tempat yang dianggap keramat itu adalah Makam Mbah Banjarsari yang terdapat di Perumahan Banjarsari Asri, Makam Mbah Kulaan di Dusun Betiring yang berbatasan dengan perumahan, Telaga Betiring di Dusun Betiring, Makam Sesepuh Dusun Betiring yaitu Mbah Panggres, Makam Mbah Dingkul di Dusun Betiring, Gêmuk atau Bal Gênding di Waduk Bunder, Logo (telaga) Banjarsari di Desa Banjarsari, dan Makam Mbah Sengkreng yang letaknya berbatasan dengan Desa Padeg.

           Makam Mbah Banjarsari adalah makam sesepuh atau cikal bakal adanya Desa Banjarsari. Beliau adalah salah satu murid Sunan Giri. Namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau masih kerabat Sunan Giri. Entah siapa nama aslinya. Dari dua makam yang ada di sini, versi orang-orang tua menyebut bahwa disitu adalah Makam Mbah Ngariden dan Mbah Riati.

          Sedangkan versi paranormal setempat mengatakan bahwa meskipun ada dua makam, namun makam yang benar hanya ada satu orang, karena makam yang satunya lagi adalah makam yang berisi baju atau pusakanya saja.

          Makam ini dulunya hanya berupa gundukan tanah yang di atasnya banyak terdapat jamur dan dikelilingi pohon-pohon besar berdaun lebat dan rindang, sebelum ditemukan dan dipugar oleh warga sekitar. Dan sekarang sudah menjadi makam yang bagus, lengkap dengan keramik dan dikelilingi pagar.

          Makam Mbah Kulaan atau Mbah Singosari, dipercaya masyarakat dulu bahwa tempat ini adalah tempat untuk syiar, pertemuan, dan pendidikan Agama Islam. Makanya dinamakan kulaan, yang diambil dari kata sekolahan atau pêkulaan. Letaknya di Dusun Betiring, berbatasan dengan Perumahan Banjarsari Asri.

          Ada dua makam di sini, makam yang pertama adalah Makam Mbah Singosari, yang konon juga sebagai panglima perang yang gagah berani dan juga murid dari Sunan Giri. Makam yang kedua 2adalah makam muridnya. Di sekitar makam masih terdapat makam-makam lainnya, yang kebanyakan orang mengatakan murid dari beliau juga.

          Gêmuk atau Bal Gênding adalah sebuah gundukan tanah yang menyerupai pulau kecil dan banyak tumbuhan liar dan pepohonan. Warna tanahnya agak berwarna hitam. Letaknya tidak jauh dari samping bibir Waduk Bunder. Kata Gêmuk berarti Suket atau Rumput, Bal berarti Kumpulan, dan Gênding berarti gêndingan atau suara yang ditimbulkan dari alat musik seperti gamelan.

          Dahulu kala, ada sebuah cerita bahwa setiap malam hari selalu terdengar gêndingan seperti gamelan. Warga semula mengira sedang ada acara atau tontonan seperti wayang. Tapi setelah didatangi, ternyata tidak ada acara apa apa. Banyak sekali orang yang penasaran, dari manakah suara itu berasal?

          Akhirnya ada warga yang menanyakannya kepada paranormal. Setelah itu baru diketahui bahwa suara itu berasal dari gundukan tanah di tepi Waduk Bunder. Warga pun menamainya dengan sebutan Gêmuk Gênding.

           Ada dongeng terkait dengan terjadinya Gêmuk Gênding. Bahwa pada suatu ketika, Seno (tokoh wayang itu) sedang jalan-jalan, tiba-tiba saja gêdibalé (kotoran kakinya) terlempar sehingga menjadi Gêmuk Gênding. Karena itu, untuk para pengelola atau penyewa atau sing nêbas Waduk Bunder, harus melakukan ritual sebelum mbanjang (mengambil ikan) dengan cara nanggap wayang atau campursari yang ada unsur musik berupa

gêndingan. Apabila tidak dilakukan syarat tersebut, maka akan ada hal-hal aneh yang tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Kejadian aneh itu misalnya ada ular sebesar jempol tangan yang jumlahnya sangat banyak, sampai merambat ke jalan raya, dan sing nêbas tidak akan mendapatkan ikan sama sekali.

          Suatu ketika, terjadi hujan lebat dibarengi petir yang menggelegar. Setelah hujan reda, ada suara misterius yang meminta tolong, makin lama terdengar semakin keras hingga warga sekitar penasaran. Setelah dicermati, ternyata asal suara itu berasal dari sêngkrèng atau area rawa-rawa rerumbukan bambu. Tetapi setelah didekati, tidak ada mahluk apapun yang ada di situ.

Warga hanya mendapati sebuah selendang berwarna biru keabu-abuan yang nyangsang, kêcantol di antara bambu. Tentu saja hal ini malah membuat semakin ketakutan warga sekitar.

Lama-kelamaan, datanglah rombongan warga Banjarsari yang melintasi area tersebut yang juga mendengar suara meminta tolong. Setelah dicermati, bambu beserta selendang tersebut diajak dialog oleh warga :

“Awakmu Sopo?”, tanya seorang warga.

“Éson iki blêdèk sing kêtangsang ndik ori iki…Ruponé éson yooo selendang iki…”, jawab makhluk halus yang berwujud selendang tersebut.

“Trus, pênjalukanmu sak iki opo?”, tanya wargalagi.

“Éson njaluk tulung culno éson têko pring iki”, jawab selendang tersebut.

Warga kemudian berbondong-bondong membantu melepaskan selendang itu dari jeratan bambu tersebut. Setelah selesai ditolong, Si Blêdèk yang berupa selendang itu pun berkata :

“Nèk krungu onok suoro blêdèk nyambêr, ucapno : “Jim Anak Putu Banjarsari”

Lèk wis ngunu, éson dak katéné nyambêr anakputuné kêno…”.

Setelah mengucapkan kata tersebut, selendang itu pun lenyap dalam sekejap.


PRODUK UNGGULAN

1.      Nama Produk : Jinde New

Alamat : Dusun Banjarsari RT 4

Keunggulan Produk : Minuman probiotik dari ekstrak puluhan macam tanaman obat yang difermentasi menggunakan jamur kombucha, sehingga berkhasiat mengobati dan menjaga stamina tubuh.


POTENSI DESA

  • Kondisi Desa

Segi perekonomian masyarakat Desa Banjarsari hampir seluruh warganya menggantunkgan hidupnya dari faktor pertanian baik pertanian sawah seperti padi tebu dan jagung, hingga pertanian non sawah seperti tambak, kolam budidaya dan kebun buah – buahan. Hasil perikanan merupakan salah satu faktor yang paling mendominasi dimana banyak sekali pelaku – pelaku usaha perikanan seperti tambak bandeng dan beberapa kolam budidaya udang vanamei.

Segi kesehatan terdapat puskesmas desa yang berada di balai Desa Banjarsari yang orientasinya diperuntukan bagi masyarakat desa agar lebih sadar akan kesehatan. Selain puskesmas juga terdapat posyandu yang terorganisir cukup baik yang memfokuskan untuk memperhatiakan kesehatan bagi ibu dan anak.


HASIL PEMBANGUNAN DESA ...klik


Sumber : Peserta KKN-BBM Universitas Airlangga Periode 58 Tahun 2018

 

 

 

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Gresik
Copyright © 2019 Dinas Komunikasi dan Informatika
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 60 Telp. 0313975454