DESA MONDOLUKU

 

Nama Instansi : Desa Mondoluku

Alamat : Jl. Raya Ds. Mondoluku

Telp/Fax :

Email :

Website : gresikkab.go.id

Dana Desa Tahun 2019 : Rp. 899.561.000,00

Produk Unggulan : pelepah pisang

Kepala Desa Mondoluku

Nama : H.RIMAN

NAMA DAN JABATAN PERANGKAT DESA

No

Nama

Jabatan

1

 H. Riman

 Kepala Desa

2

 Siswono

 Sekretaris Desa

3

 Siti Alfiah

 Kaur Umum

4

 Edy

 Kaur  Keuangan

5

 Supriyadi

 Kasi Pemerintahan

6

 Sutrisno effendi

 Kasi  Pembangunan

7

 Imam Sapi’i

 Kasi Kesra

8

 Untung

 Kasi Trantib

7

 Eko WS

 Kasun Buku

8

 Kasmitri

 Kasun Dlangu

Bagan Struktur Organisasi Desa ..klik


VISI DAN MISI

VISI :

Terciptanya Desa Mondoluku yang makmur dan Sejahtera

MISI:

1.  Mewujudkan Pemerintah Desa yang Tertib dan Berwibawa

2.  Mewujudkan Sarana dan Prasarana Desa yang Memadai

3.  Mewujudkan Perekonomian dan Kesejahteraan Warga Desa


PROFIL DESA

Sejarah Desa

            Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali terluang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut kemulut sehingga sulit untuk dibukikan kebenarannya. Dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat te rtentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini Desa Mondoluku juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah-kisah dibawah ini. Desa Mondoluku terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun Dlangu dan Dusun Buku. Dimana kedua dusun tersebut memiliki kisah/asal usul/sejarahnya masing-masing.

            Dari berbagai sumber yang telah ditelusuri dan digali, asal usul Dusun Dlangu dapat diuraikan sebagai berikut.

            Pada zaman dahulu kala di Dusun Dlangu terdapat sebuah “keraton”, konon katanya dulunya itu adalah tempat persinggahan seorang utusan dari Kerajaan Majapahit yang akan pergi ke Gresik untuk menemui Mbah Sunan Giri. Hal ini juga pernah diceritakan oleh seorang kyai yang ada di Mojokerto yaitu Kyai husein Ilyas. Beliau menceritakan hal tersebut kepada salah seorang muridnya yaitu Sunarto, yang mana dia adalah warga Dusun Dlangu.

            Bahkan didalam keraton itu sendiri dulunya terdapat sebuah makam. Seiring perkembangan zaman, sampai sekarang belum ada yang tahu makam siapa itu dan dimana tempat pastinya makam tersebut berada. Karena sekarang tempat yang disebut “ keraton “ itu sudah berupa tanah yang lapang dan tidak ada bangunan apapun peninggalan zaman dahulu.

            Ada yang bilang kalau makam tersebut adalah makan dari utusan Kerajaan Majapahit yang pernah singgah ditempat itu. Tapi itu semua tidak dapat diketahui secara pasti.

            Untuk kata “Dlangu” itu sendiri, sampai sekarang merupakan misteri yang belum / tidak dapat dipecahkan. Hal ini dikarenakan sumber utama yang merupakan sesepuh desa ini sudah tidak ada. Sekilas cerita kalau ada orang dari daerah lain yang bertanya, “ Rumah kamu dimana?” terus kalau kita menjawab, “ di Dlangu”, pasti orang itu akan bilang “ Mojokerto ya?”. Hal itu dikarenakan di Mojokerto terdapat sebuah Kecamatan yang bernama Dlanggu. Tidak diketahui secara pasti apakah ada hubungnnya antara Kecamatan

Dlanggu yang ada di Mojokerto dengan Dusun Dlangu yang ada di Desa Mondoluku kecamatan Wringinanom.

            Untuk Dusun Buku terdapat kisah / legenda yang dapat kami uraikan sebagai berikut.

            Pada zaman dahulu kala ada seseorang yang bernama Buyut Betal datang kesini. Konon katanya beliau adalah adiknya Ratu Blambangan, dimana Ratu Blambangan tersebut adalah pamannya Sunan Giri. Kenapa dusun ini dinamakan Dusun Buku, hal itu karena pada waktu Buyut Betal datang kesini beliau membawa buku / catatan perjalanan beliau mulai dari Gresik sampai kedusun ini.    Sampai sekarang belum ada yang tahu apa isi dari buku / catatan Buyut Betal tersebut. Akhirnya Buyut Betal dijadikan sesepuh desa ini. Buyut Betal sudah lama sekali meninggal. Dan makamnnya berada di Dusun Buku. Bukunya buyut Betal tersebut sampai sekarang masih ada didalam makamnya Buyut Betal. Suatu saat nanti tidak tahu kapan pastinya, ahli waris atau keturunan dari Buyut Betal akan diberikan buku / catatan  tersebut.

            Itu adalah kisah / asal usul dari Dusun Dlangu dan Dusun Buku. Dan untuk Desa Mondoluku itu sendiri kisahnya adalah sebagai berikut.

MONDO artinya MONDOK / SINGGAH

LUKU artinya NGGARU / BAJAK / NGLUKU

MONDOLUKU artinya MONDOK SAMBIL MEMBAJAK SAWAH.

Konon katanya, pada zaman dahulu kala ada orang yang datang kesini. Beliau mondok dan membajak sawah disini. Kemungkinan desa ini dulunya adalah tanah lapang yang gersang dan belum berpenghuni. Setelah ada orang yang datang kesini dan membajak sawah disini, tanah yang dulunya gersang sekarang menjadi tanah yang subur. Satu persatu warga berdatangan kedesa ini, akhirnya terbentuklah suatu desa yang diberi nama Desa Mondoluku.

Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai beriikut: Jaerman, Pranoto, Ekram, Reso wijoyo , B. Cipto Tanoyo (tahun 1986 s.d 1993), Drs Muryadi (tahun 1993 s.2001), PJ Marzuqi (Tahun 2001 s.d 2003), Kasiadi ( Tahun 2003 s.d 2008) dan H. Riman (Tahun 2008 s.d Sekarang)


DEMOGRAFI

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2014, jumlah penduduk Desa Mondoluku adalah terdiri dari 512 KK, dengan jumlah total  1.468 jiwa, dengan rincian 746  laki-laki dan 722 perempuan sebagaimana tertera dalam Tabel 1

Tabel 1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

%

1

0-5

45

39

84 orang

    5,72 %

2

6-10

46

46

92 orang

6,26 %

3

11-16

64

55

119 orang

8,10 %

4

17

38

37

75 orang

5,10 %

5

18

42

41

83  orang

5,65 %

6

19-25

71

67

138 orang

9,40 %

7

26-30

50

55

105 orang

7,15 %

8

31-35

57

54

111 orang

7,56 %

9

36-40

63

61

124  orang

8,21 %

10

41-45

52

51

103  orang

7,01 %

11

46-50

49

48

97 orang

6,60 %

12

51-55

46

44

90 orang

6,13 %

13

56-59

53

45

98 orang

6,67 %

14

60

70

79

149  orang

10,15 %

Jumlah Total

746

722

1.468

100,00%

                    Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 19-50 tahun Desa Mondoluku sekitar 678 atau hampir 46,18 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.

Tingkat kemiskinan di Desa Mondoluku termasuk tinggi. Dari jumlah  KK di atas, sejumlah 259 KK tercatat sebagai Pra sejahtera

Secara geografis Desa Mondoluku Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 376 m di atas permukaan air laut.

Secara administratif, Desa Mondoluku terletak di wilayah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sidoraharjo Kecamatan Kedamean, sebelah barat berbatasan dengan Desa Madureso, Kec Dawar Blandong, Kab Mojokerto, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sumbergede Kecamatan Wringinanom, sedangkan sebelah  timur berbatasan dengan desa Kesamben kulon Kecamatan Wringinanom

Jarak tempuh Desa Mondoluku ke ibu kota kecamatan adalah 8 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 41 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.  


PENDIDIKAN

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Mondoluku dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dari di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Mondoluku  hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Mondoluku tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Mondoluku baru tersedia di tingkat pendidikan dasar  ( SD ), sementara untuk pendidikan SMP dan  tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.

Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa .Mondoluku yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Mondoluku Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang. 


KESEHATAN

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Mondoluku secara umum.

Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat, tuna wicara 1 orang, tuna rungu 9  orang, tuna netra  5 orang, dan lumpuh 2 orang. Data ini menunjukkan tingkat kesadaran yang relatif sadar tentang kualitas hidup sehat di Desa Mondoluku.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah  21  balita di tahun 2014, masih terdapat 0 balita bergizi buruk.   


KEADAAN SOSIAL

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Mondoluku, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilih  karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala Desa Mondoluku pada tahun 2008. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Mondoluku seperti acara perayaan desa.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Permusyawaratan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Mondoluku mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Mondoluku mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan pemimpin, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Mondoluku kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Mondoluku. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.


KEADAAN EKONOMI

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Mondoluku Rp. 20.000,00 / hari Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Mondoluku dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Adapun datanya adalah sebagai berikut :

     

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Mondoluku masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 136 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 771  orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Mondoluku


KONDISI PEMERINTAHAN DESA

Wilayah Desa Mondoluku terdiri dari 2 (Dua) Dusun yaitu : Dusun Buku dan Dusun Dlangu yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Mondoluku dari ke 2 (Dua) dusun tersebut terbagi menjadi 4 (empat) Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT).


TRANSPARANSI ANGGARAN


Sumber : Peserta KKN-BBM Universitas Airlangga Periode 58 Tahun 2018


Info: mohon maaf jika ada kesalahan foto, nama, gelar dan Jabatan harap segera menghubungi Diskominfo Kab. Gresik