DESA PASINANLEMAHPUTIH

Nama Instansi : Desa Pasinanlemahputih

Alamat : Jl. Raya Ds. Pasinan Lemah Putih

Telp/Fax :

Email :

Website : gresikkab.go.id

Produk Unggulan : -

Kepala Desa Pasinanlemahputih

Nama : H. Kunari, SH

Peroide : Tahun 2007-2013 / 2013-2019

NAMA DAN JABATAN PERANGKAT DESA

Nama

Jabatan

Nur Cholik, S.Sos.I

Sekretaris Desa

Ismail, S.Pd

Kaur Perencanaan

Ayu Novi Bahagia, S.Pd

Kaur Keuangan

H. Zaenal

Kaur Umum

Mujianah, S.Sos

Kasi  Pemerintahan Desa (PEMDES)

M. Taufiqur Rohman, S.Pd

Kasi Kesejahteraan Rakyat (KESRA)

Nur Sholeh

Kasi Pelayanan

Nayudi

Kasun Mrunggi

Shodikin

Kasun Lemahputih

Karmadi

Kasun Sidokandeg

Bagan Struktur Orgasnisasi Desa


VISI DAN MISI

Visi

Membangun Desa Pasinan Lemahputih dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa seutuhnya

Misi

  1. Menyelenggarakan pemerintahan desa yang baik, untuk pelayanan masyarakat yang tepat, cepat dan akurat

  1. Melaksanakan pembangunan infrastruktur desa, Infrastruktur pertanian, sarana pendidikan dan sarana Perekonomian desa, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat

  1. Melaksanakan pembinaan kemasyarakan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan mutu Pendidikan formal dan non formal serta pengetahuan masyarakat,

  1. Melaksanakan Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan menengah, pertanian dan peternakan serta menanggulangi kemiskinan

GEOGRAFIS DAN SEJARAH DESA

Geografis Desa

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Pasinan Lemah Putih adalah terdiri dari 1.109 KK, dengan jumlah total 3.655 jiwa, dengan rincian 1846 laki-laki dan 1.8048 perempuan sebagaimana tertera dalam Tabel 1.

Tabel 1

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

No

Usia

Laki-laki

perempuan

Jumlah

%

1

0-4

2

5-9

3

10-14

4

15-19

5

20-24

6

25-29

7

30-34

8

35-39

9

40-44

10

45-49

11

50-54

12

55-58

13

>59

Jumlah Total

5832

Tingkat kemiskinan di Desa Pasinan Lemah Putih termasuk tinggi. Dari jumlah KK di atas, sejumlah 312 KK tercatat sebagai Pra sejahtera Secara geografis Desa Pasinan Lemah Putih Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 30 m di atas permukaan air laut.

Secara administratif, Desa Pasinan Lemah Putih terletak di wilayah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sumbergede, Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sidorejo Kecamatan Jetis Kab Mojokerto, Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Perning Kecamatan jetis Kab Mojokerto di sisi timur berbatasan dengan Desa Sumberwaru

Jarak tempuh Desa Pasinan Lemah Putih ke ibu kota kecamatan adalah 7 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 45 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam.

Pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan

membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Pasinan Lemah Putih dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2

Tamatan Sekolah Masyarakat

No

Keterangan

Jumlah

Prosentase

1

 Buta  Huruf  Usia  10  tahun  ke atas

07

%

2

 Usia Pra-Sekolah

250

%

3

 Tidak Tamat SD

05

%

4

 Tamat Sekolah SD

55

%

5

 Tamat Sekolah SMP

575

%

6

 Tamat Sekolah SMA

360

%

7

 Tamat Sekolah PT/ Akademi

20

%

 Jumlah Total

1275

%

Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Pasinan Lemah Putih tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Pasinan Lemah Putih baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD,SMP dan SMK ), sementara untuk pendidikan tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh. Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Pasinan Lemah Putih yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Pasinan Lemah Putih Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.

Kesehatan

Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, dan demam berdarah. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat Desa Pasinan Lemah Putih secara umum.

Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 25 balita di tahun 2013, masih terdapat 04 balita bergizi buruk, balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Pasinan Lemah Putih ke depan lebih baik.

Keadaan Sosial

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Pasinan Lemah Putih, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada, dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.

Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.

Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala desa .Pasinan Lemah Putih pada tahun 2014. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 95%. Tercatat ada Tiga kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Pasinan Lemah Putih seperti acara perayaan desa.

Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.

Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Pasinan Lemah Putih mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.

Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Pasinan Lemah Putih mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian

masyarakat Desa Pasinan Lemah Putih kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.

Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Pasinan Lemah Putih. Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.

Keadaan Ekonomi

Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Pasinan Lemah Putih Rp. 1,500.000,- / bulan. Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Pasinan Lemah Putih dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain. Adapun datanya adalah sebagai berikut :

Tabel 3

Mata Pencaharian dan Jumlahnya

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Prosentase

1

Pertanian

200

4%

2

Jasa/ Perdagangan

3%

1.

Jasa Pemerintahan

75

1%

2.

Jasa Perdagangan

65

2%

3.

Jasa lainnya

220

3%

1%

3

Sektor Industri

156

0,5%

4

Sektor lain

95

85.5%

Jumlah

100 %

Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di Desa Pasinan Lemah Putih masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 250 orang dari jumlah angkatan kerja sekitar 3000 orang. Angka-angka inilah yang merupakan kisaran angka pengangguran di Desa Pasinan Lemah Putih.

Sejarah Desa

Dibawah ini ada sebuah cerita yang berjudul “ Gugurnya Santri Diplomat Sunan Giri “ yang mana cerita tersebut mengambarkan dan menandakan asal usul nama Desa Pasinan Lemah Putih. Perjalanan cerita terebut adalah sebagai berikut :

Nyai Mas Umi Khadjah adalah seorang putri Sunan Kudus. Dalam suatu kesempatan, beliau diajak serta oleh ayahnya, yakni Sunan Kudus, dalam sebuah perjalan untuk bertemu dengan Sunan Giri. Dalam pertemuan tersebut, Sebagaiman biasanya pertemuan dua orang waliullah yang mengabdi pada pengembangan syair Islam guna menuju tegaknya syariat Islamiyah ditengah masyarakat, beliau selalu bertukar pendapat, berbagai dan meminta pendapat tentang masalah-masalah yang dihadapi di dalam perjuangannya.

Sebagai seorang putri dari seorang Sunan, Nyai Mas Ummi Khadjah telah pula dianggap sebagai putri sendiri olah Sunan Giri sebagai wujud dari persahabatan dan persaudaraan dalam perjuangan menegakkan Ukuwah Islamiah di tanah jawa. Sehingga Nyai Mas Ummi Khadjah berkesempatan langsung menyaksikan ayahnya berdiskusi dengan sunan Giri. Dalam kesempatan tersebut Nyai Mas Ummi Khadjah kagum terhadap kealiman Sunan Giri dalam berbagai masalah keagamaan, sosial kemasyarakatan, ekonomi dan politik pemerintahan. Sebagai putri Sunan Kudus yang sejak balita telah belajar agama, Nyai Mas Ummi Khadjah merasa ia masih perlu belajar banyak dari Sunan Giri.

Keinginan Yai Mas Ummi Khadjah tersebut kemudian ia ungkapkan kepada ayah handanya . sunan Kudus belajar dan nyantri pada sunan giri sendiri. Merasah sebagai sebuah kehormatan diriny a dipercaya oleh sunan kudus untuk mendidik putrinya. Namu kedua waliullah yang arif dan bijaksan tersebut memintah Nyai Mas ummiKhodjah pulang terlebih dahulu ke kudus guna memohon ijin dan restu kepada ibundahnya.

Setelah berbekal ijin dan restu dari ibundahnya, Nyai mas ummi Khadjah berangatlah ke giri dengan perbekalan dan benerapa santri kepercayaan sunan kudus yang ditugasi menjaga dan mengantarkan Nyai mas ummi Khadjah. Rombongan tersebut berangkat dan sampai digiri tampah mengalami rintangan sedikit pun. Setelah diketahui oleh para santri sunan giri bawah rombongan tersebut merupakan rombongan putri sunan kudus, mereka langsung diantar menemui sunan giri di pesantrannya yakni giri kedaton. Nyai Mas ummi Khadjah ditermah oleh sunan giri selepas solat asar nyai mas ummi khadjah menyampaikan salam ayah handanya kepada sunan giri dan ijin serta restu ibundanya pada dirinya untuk nyantri pada sunan giri. Sunan giri segera faham atas apa yang sampaikan oleh putri kawan perjuangannya. Nyai mas ummi khadjah oleh sunan giri diberi tempat dilingkungan rumahnya sendiri di giri kedaton serta putri kandungnya.

Nyai mas umi khadjah selama tinggal di giri Kedaton menunjukknan kesungguhanya dalam mempelajari agama islam.Hari berganti bulan ,bulanpun berganti tahun.ada banyak pengetahuan tentang syariat islam yang telah dipelajarinya. Kini ia telah pula memulai pelajarannya tentang sosial kemesyarakatan disamping terus memperdalam tentang syariat islam .Nyai mas Ummi Khadjah menunjukkan bakat intlektualnya yang tinggi. Dengan mudah dan tekun ia terus belajar dan menyerap pengetahuan tersebut . Sunan Giri mersa senang atas kepadaian Nyai mas ummi khadjah,Sehingga dimulainnya pelajaran tentang politik pemerintahan. Nyai mas ummi khadjahwalau seorang wanita ternyata juga menunjukkan minat yang besar terhadap pelajaran politik pemerintahan yang di berikan oleh Sunan Giri. Nyai mas ummi khadjah tumbuh menampakkan figur kepemimpinan dengan dasar pengetahuan keislaman yang kuat.

Hingga suatu ketika sunan Giri menilai bahwa Nyai mas ummi khadjah telah mumpuni pengetahuannya di tengah kehidupan. Dipanggilnya Nyai mas ummi khadjah untuk menghadap Sunan Giri setelah shalat ashar. Sunan Giri menyampaikan bahwa Nyai mas ummi khadjah diminta untuk menjadi kurir sekaligus wakil dirinya ke kerajaan majapahit menemui penguasa kerajaan yang konon termashur itu. Nyai

mas ummi khadjah seakan tidak percaya akan besarnya kepercayaan Sunan Giri terhadap dirinya .Dengan segala hormat dan kepatuhannya, Nyai mas ummi khadjah menerima dengan senang hati tugas yang di embankan kepada dirinya, Menurut petunjuk Sunan, Nyai mas ummi khadjah Akan berangkat besuk shubuh dengan disertai beberapa orang santri lainnya.

Keesokan harinya sholat shubuh , Nyai mas ummi khadjah dengan di ringankan beberapa orang santri giri berngkat menuju majapahit, Tak ada kesulitan sedikitpun yang di alami Nyai mas ummi khadjah dalam perjalanan dijawab oleh Nyai mas ummi khadjah dengan penuh diplomatis yang digabungkan dengan kelembutan seorang wanita beradap sopan santun akhlaq mulia islami. Kagum raja Majapahit dihadapannya.

Sekembalinya dari kerajaan majapahit Nyai mas ummi khadjah menghadap sunan giri dan memberikan laporan atas telah dilaksanakannya tugas yang diberikannya beserta hasil – hasil persetujuan raja majapahit atas soal yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Sunan Giri merasa puas tas segala laporan yang diterimanya.Sunan giri menilai bahwa Nyai mas ummi khadjah telah pantas mengemban tugas diplomat atas kepentingan syiar – syiar agama islam. Sehingga setiap kali ada permasalahan dengan majapahit yang penyelesaiannya dapat diwakilkan, sunan giriselalu menugasi Nyai mas ummi khadjah.

Namun malang tak dapat ditolak.Takdir adalah kehendak Allah sang maha pencipta ,dalam satu perjalanan pulang dari Majapahit, Nyai mas ummi khadjah Beserta beberapa santri giri yang menyertainnya dihadang oleh sekawanan begal.kawanan begal tersebut kecewa setelah tahu bahwa rombongan yang akan dijadikan mangsanya ternyata bukan rombongan pedagang yang banyak membawa bahan daganggan maupun uang, Kekecewaan tersebut mereka ungkapkan dengan marah dan memukuli para santri giri santri giri tidak mau dijadikan bulan – bulanan oleh kawanan begal yang hidupnya bertenangan dengan ajaran syariat islam.santri giri melakukan perlawanan. Perkelahian dlam jumlah yang tidak berimbang

segera terjadi.Seorang santri giri menghadapi hingga empat orang lawan.dalam waktu yang cukup singkat santri giri mulai kuwalahan dan satu persatu sahid sebagai syuhadak Islam.melihat kekelahan yang diderita oleh pihak santri giri, Nyai mas ummi khadjah mencoba untuk bersembunyi dibawah pohon terenggulun.namun oleh kawanan begal dikejar dn di temukan.tampak bertanya dan mendengar perkataan Nyai mas ummi khadjah ,kawan begal tersebut lagsung membunuh Nyai mas ummi khadjah dengan sebatang pedang.

Jasad para santri ini beserta Nyai mas ummi khadjah baru ditemukan penduduk setempat keesokan harinya.penduduk yang mengenali jasad tersebut segera melaporkan ke sunan giri . jasad Nyai mas ummi khadjah pada awalnya akan di antarkan ke kudus untuk dimakamkan disana.namun sunan kudus mengizinkan jenazah putrinya untuk dimakamkan di tempat sahidnya Nyai mas ummi khadjah beserta santrinya.karena kesucian kematian Nyai mas ummi khadjah beserta santri giri lainnya,maka tempat sahid dan kuburannya di sebut nama Dusun Lemah Putih yang kini juga menjadi nama desa.


Potensi Desa Pasinan Lemahputih

Desa Pasinan Lemahputih memiliki potensi yang sangat besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia maupun kelembagaan / organisasi. Sampai saat ini, potensi sumber daya yang ada belum benar-benar optimal diberdayakan.

Sumber Daya Alam

  • Lahan pertanian (sawah) seluas 154 Ha yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya karena saat ini belum dikerjakan secara optimal.
  • Lahan perkebunan dan pekarangan yang subur seluas 233.8 Ha, belum dikelola secara maksimal.
  • Tersedianya pakan ternak yang baik untuk mengembangkan peternakan seperti sapi, kambing dan ternak lain, mengingat usaha ini baru menjadi usaha sampingan.Banyaknya sisa kotoran ternak sapi dan kambing, memungkinkan untuk dikembangkan usaha pembuatan pupuk organik.
  • Adanya hasil panen kacang tanah, jagung, ubi tanah, dan lainnya yang cukup yang melimpah dari hasil pengelolaan hutan bersama masyarakat.Adanya potensi sumber air tawar dan sumur Bor yang bisa dikembangkan untuk usaha pengairan sawah.

Sumber Daya Manusia

  • Kehidupan warga masyarakat yang dari masa ke masa relatif teratur dan terjaga adatnya.
  • Besarnya penduduk usia produktif disertai etos kerja masyarakat yang tinggi.
  • Terpeliharanya budaya rembug di desa dalam penyelesaian permasalahan
  • Cukup tingginya partisipasi dalam pembangunan desa.
  • Masih hidupnya tradisi gotong royong dan kerja bakti masyarakat. Inilah salah satu bentuk partisipasi warga.
  • Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif yang dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
  • Terpeliharanya budaya saling membantu diantara warga masyarakat.
  • Adanya Pasar Desa yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat Desa
  • Kemampuan bertani yang diwariskan secara turun-temurun.
  • Adanya kader kesehatan yang cukup, dari bidan sampai para kader di posyandu yang ada di setiap RW
  • Adanya penduduk yang punya ketrampilan dalam pembuatan meubeler kayu.

HASIL PEMBANGUNAN DESA

Untuk melihat detailnya Hasil Pembangunan Desa klik


TRANSPARANSI ANGGARAN

Lampiran Detail penggunaan Anggaran klik


Sumber : Peserta KKN-BBM Universitas Airlangga Periode 58 Tahun 2018