DESA PEDAGANGAN

 

Nama Instansi : Desa Pedagangan

Alamat : Jl. Raya Ds. Pedagangan

Telp/Fax :

Email :

Website : --

Produk Unggulan : Sayur Mayur

Kepala Desa Pedagangan

Nama : H. Supraptono, SH

NAMA DAN JABATAN PERANGKAT DESA 

NO.

NAMA

TEMPAT, TGL LAHIR

JABATAN

KETERANGAN

1

 H. SUPRANOTO, SH

Gresik, 25 Oktober 1967

 Kepala Desa

2

Gresik, 31 Desember1959

 Sekretaris Desa

Kosong

3

 ABDUL MUID, S.Pd

Gresik, 30 Maret 1980

 Urusan Tata Usaha & Umum

4

 Urusan Keuangan

Kosong

5

 SUYOTO, ST

Gresik,12 Nopember 1979

 Urusan Perencanaan

6

 H. ABDUL MANAN

Gresik, 28 Pebruari 1963

 Seksi Pemerintahan

7

 IMAM SUJONO, S.Ag

Gresik, 15 April 1977

 Seksi Kesejahteraan

8

 Hj. NI’MATUS SHOLIHAH

Gresik, 10 juni 1969

 Seksi Pelayanan

9

 AHMAD ROJI

Gresik, 17 April 1976

 Kepala Dusun Pedagangan

10

 MASYIT SUTOMO

Gresik,27 Nopember 1974

 Kepala Dusun Wonokalang

11

 AHMAD ZAINUDDIN

Gresik,15 September 1970

 Kepala Dusun Mundu

12

 NUR ROKHIM

Gresik, 06 mei 1969

 Kepala Dusun Jambean

Bagan Struktur Organisasi Desa


VISI DAN MISI

Visi

Mewujudkan desa Pedagangan yang agamis, demokratis dan sejahtera”

Keberadaan Visi ini merupakan cita-cita yang akan dituju di masa mendatang oleh segenap warga Desa Pedagangan. Dengan visi ini diharapkan akan terwujud masyarakat Desa Pedagangan yang maju dalam bidang pertanian sehingga bisa mengantarkan kehidupan yang rukun dan makmur. Di samping itu, diharapkan juga akan terjadi inovasi pembangunan desa di dalam berbagai bidang utamanya pertanian, perkebunan, peternakan, pertukangan, dan kebudayaan yang ditopang oleh nilai-nilai keagamaan.

Misi

Hakekat Misi Desa Pedagangan merupakan turunan dari Visi Desa Pedagangan Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang akan menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa . Pedagangan merupakan penjabaran lebih operatif dari Visi. Penjabaran dari visi ini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan situasi dan kondisi lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai Visi Desa Pedagangan.

Untuk meraih Visi Desa Pedagangan seperti yang sudah dijabarkan di atas, dengan mempertimbangan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Pedagangan sebagai berikut:

1.  Mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah

2.  Meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat

3.  Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan profesional

4.  Mewujudkan kondisi desa yang aman, tertib, tentram dan damai

5.  Meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat desa dengan titik berat ekonomi kerakyatan

Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk pengembangan dan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik tahap produksi maupun tahap pengolahan hasilnya.


GEOGRAFIS

SEJARAH DESA

Setiap Desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah . sejarah Desa atau daerah sering kali tertuang dalam dongeng – dongeng yang diwariskan secara turun – temurun dari mulut kemulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta . dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat – tempat tertentu yang dianggap keramat . dalam hal ini Desa Pedagangan juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari Desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah – kisah dibawah ini .

Pada jaman dahulu  Desa Pedagangan  merupakan daerah hutan , kemudian kedatangan seseorang yang mempunyai kepandaian dan kesaktian, beliau keturunan dari kerajaan Mataram yang             bernama “ Ki Ageng Keling Fadloli “ atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat adalah “ Mbah Keling “ beliau adalah orang pertama yang membabah hutan tersebut, kemudian beliau mempunyai beberapa  murid / santri diantaranya adalah “ Mbah Nyai Dagang “. Mbah nyai dagang adalah seorang perempuan keturunan dari Giri Kedaton Gresik  yang gemar  menuntut ilmu sama Mbah Keling sambil berdagang. Beliau pada saat itu sangat dikenal oleh  masyarakat setempat  karena dagangannya yang sangat murah. Singkat cerita akhirnya sang guru “ Ki Ageng Keling Fadloli  /  Mbah Keling “ memberikan julukan /  memberi nama daerah tersebut dengan        nama “ Dagangan “ yang kemudian disempurnakan oleh masyakarakat setempat dengan nama Desa “ Pedagangan “

Sejarah Pemerintahan Desa PEDAGANGAN

Pada jaman masa penjajahan Pemerintah Kolonial Belanda Desa Pedagangan berbentuk Desa yang di pimpin oleh Seorang Kepala Desa  yang membawahi 4  pedukuhan yaitu :

  1. Dukuh KRAJAN ( Pedagangan )
  2. Dukuh WONOKALANG
  3. Dukuh MUNDU
  4. Dukuh JAMBEAN

Tiap dukuhan dipimpin oleh seorang Kepala Dukuh yang membawahi RT / RW yang dibatu  oleh Bayan , Kamituwo serta beberapa lembaga lain dan juga Jaga Baya sebagai penanggung jawab keamanan , Jaga waluyo sebagai penaggung jawab Kesehatan dan Jaga Tirta yang bertugas mengurus pengairan untuk irigasi pertanian. Mereka semua  menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik . sebagai imbalan dari pelayanan mereka masyarakat menyediakan lahan sawah untuk diberikan kepada mereka ( Bengkok ).

Namun pada jaman Orde Baru banyak mengalami Perubahan ,.seiring dengan  perkembangan jaman Desa Pedagangan melaksanakan segala bentuk penyempurnaan dalam Pemerintahan sesuai dengan aturan dari Pemerintahan dalam jenjang yang lebih tinggi . Kepala Desa di Pedagangan membawahi Kepala dusun dan Sekretaris Desa . Kepala Dusun membawahi RT /RW dan Sekretaris Desa membawahi Kaur Umum . Pemerintahan , Pembangunan , Kesra dan juga Keuangan / Ekobang,. sebagai imbalan yang di berikan masih tetap berupa tanah Bengkok.

Berkembangkan sebuah sistim Pemerintahan yang saat ini masuk pada jaman REFORMASI Desa PEDAGANGAN tak ketinggalan pula untuk merubah dan berbenah diri dalam Pemerintah Desa  sesuai dengan perkembangan yang ada pada tahun 2000 keluarkan sebuah peraturan baru yang berupa PERDA tentang pembentukan lembaga Desa yang bernama BPD . lembaga Desa yang bernama LKMD juga diganti namanya LKD.

Sejarah Pembangunan Desa PEDAGANGAN

Pembangunan  di Desa Pedagangan dapat dicatat Pembangunannya dalam beberapa era kepemimpinan Kepala-kepala Desa yang masing- masing memiliki hal-hal yang menonjol sebagai berikut :

1.  Masa kepemimpinan Bapak ”Dongkol Putih ”

2.  Masa kepemimpinan Bapak “ Mardam “

3.  Masa kepemimpinan Bapak ” Janiman ”

4.  Masa kepemimpinan Bapak “ Joyokerto “

5.  Masa kepemimpinan Bapak “ Braham “

6.  Masa Pemerintahan Bapak “ Kasmi’an / H. Mulyoto “

  •  Membuat Perbatasan Desa
  • Pembangunan Irigasi

7.  Masa Pemerintahan Bapak ” H. Marli ”

  • Pembangunan Gapura Perbatasan Desa Pedagangan – Sooko
  • Pembangunan Jembatan
  • Pengerasan Jalan Poros Desa ( Makadam )

8.  Masa Pemerintahan Bapak “ H. SUPRANOTO “

  • Pavingisasi Jalan Makam Islam Dsn Krajan Pedagangan ( JPES 2007 )
  • Pavingisasi Jalan Makam Islam Dsn. Mundu ( ADD 2008 )
  • Pembangunan Bedah Rumah Warga Miskin ( GAKIN 2008 )
  • Pavingisasi Jalan Poros Desa ( Menunggal – Pedagangan ( APBD 2008 )
  • Kombongisasi Jalan Lingkungan Dsn. Mundu ( ADD 2009 )
  • KeramikisasiRumah Warga Miskin ( Insentif PBB )
  • Pavingisasi Jalan Lingkungan ( Insentif PBB )
  • Pavingisasi Jalan Poros Desa ( Pedagangan – Lebanisuko ) ( APBD 2009 )

POTENSI DESA

Potensi Sumber Daya Alam

Wilayah Desa Pedagangan sebagian besar terdiri dari dataran dan ada beberapa perbukitan sebagai yang sebagian besar adalah persawahan dengan hasil utama yaitu Padi, jagung, bengkuang, dan sayur - sayuran. Adapun luas tanah desa Pedagangan sebesar 456,974 Ha dengan karakteristik penggunaan lahan di Desa Pedagangan berdasarkan data tahun 2008 adalah sebagai berikut :

- Tanah Sawah          : 150,400 Ha

- Tanah kering           : 201,310 Ha

- Tamah pekarangan : 103,100 Ha

- Tanah pekuburan    :    0,600  Ha

- Tanah lapangan      :1,100 Ha

- Lain - lain                :   0,464   Ha

Sedangkan di bidang peternakan yang dipelihara secara sederhana oleh masyarakat berupa : sapi, kambing, ayam dan itik.

Potensi Sumber Daya Manusia ( Kependudukan )

1.    Jumlah Penduduk Desa Pedagangan berdasarkan data desa pada tahun 2010 sebanyak 4.163 orang, terdiri dari :

        - Laki-laki       : 2.102 orang

        - Perempuan : 2.061 orang

        - Jumlah KK   : 2.102 KK

        - KK Miskin    : 469 KK

2.    Pendidikan

        - Belum sekolah                    : 65 orang

        - 7-45 th tdk pernah sekolah : 160 orang

        - Tidak tamat SD                    : 73 orang

        - Tamat SD/Sederajat            : 415 orang

        - Tamat SLTP/Sederajat        : 193 orang

        - Tamat SLTA/Sederajat        : 70 orang

        - D2                                      : 30 orang

        - Sarjana ( S1 )                    : 20 orang

        - Sarjana ( S2 )                    : 10 Orang

3.    Mata Pencaharian

        - Petani               : 1.005 orang

        - Buruh tani         : 300 orang

        - Wiraswasta       : 500 orang

        - Swasta              : 400 orang

        - Pegawai negeri : 12 orang

        - lain-lain             : 250 orang

4.    Agama

        - Islam : 4.163 orang

Potensi Perekonomian

Kegiatan perekonomian  yang didasarkan pada aktivitas penduduk di desa Pedagangan yang berkaitan dengan mata pencaharian sebagian besar adalah bergerak dibidang kegiatan : pertanian / perkebunan, buruh tani, buruh swasta ( kerja dipabrik ), sebagaian kecil bergerak dibidang jasa dan industri kecil. Disamping itu juga ada lembaga ekonomi dalam memberikan layanan kredit bagi masyarakat, seperti dari Program dari Pemprop Jawa Timur Kopwan, Kelompok Tani ( PUAP ), PDMDKE dan kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan dari PNPM-MP.

Potensi System Transparansi

1. Jaringan Jalan

Penyebaran jalan sebagai prasarana trnsparansi di desa Pedagangan yang menghubungkan antar dusun, antar desa dan kecamatan lain, terdapat tiga tipe, yaitu : aspal, countblok / paving dan jalan tanah. Untuk jalan aspal terletak di daerah protokol yang menghubungkan ke desa sooko maupun ke desa Watestanjung yang dibangun tahun 2003 dari proyek Dinas Pekerjaan Umum sepanjang 3.000 M, Untuk jalan paving dan jalan tanah berada dilokasi-lokasi yang masuk di perdusunan yang menghubungkan antar dusun, yang dibangun dari dana Program APBD Kabupaten Gresik.

2.   Kondisi dan Fungsi Jalan

Kondisi jalan aspal didaerah protokol dalam kondisi kurang baik, karena belum ada pemeliharaan dari pihak pemerintah kabupaten, untuk jalan aspal yang menuju ke balai desa dalam kondisi masih baik karena terpelihara dan jarang dilewati kendaraan besar, untuk jalan tanah pada musim hujan sangat memprihatinkan dan tidak bisa dilewati pengguna jalan.

3.   Keberadaan alat Transportasi

            Alat transportasi yang ada didesa Pedagangan sebagian besar untuk angkutan barang maupun angkutan umum dalam bentuk truk dan pic-up untuk mengangkat hasil produksi pertanian.

4.   Kondisi Jembatan

Untuk jembatan desa ada 18 jembatan plat beton dengan kondisi masih baik sebanyak 15 buah dan bisa dimanfaatkan, sedangkan yang 3 buah dalam kondisi rusak dan meprihatinkan. Dari 18 jembatan tersebut sebanyak 5 jembatan adalah penghubung antar desa dan yang lainnya adalah penghubung antar dusun.

Potensi Sarana dan Prasarana

1.    Fasilitas Pendidikan

a. Gedung SD          : 2 buah

b. TPQ                     : 5 buah

c. Gedung TK          : 1 buah                    

f. Madrasah Diniyah : 3 buah

e.Gedung RA           : 2 Buah        

g. MI                         : 1 Buah

h. Mts                       : 1 Buah        

i. PonPes                 : 2 Buah

      Dengan kondisi tersebut, maka  masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ditingkat Mts / SLTP tidak perlu keluar desa Pedagangan.

2.    Fasilitas Kesehatan

        a. Polindes                    : 1 Unit

        b. Bidan desa                : 1 orang

        c. Dukun bayi                : 1 orang

Kondisi Polindes kurang baik dan keberadaan bidan betul-betul dirasakan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk membantu pelayanan dalam persalinan ibu melahirkan, sebagian masyarakat masih memanfaatkan keberadaan dukun bayi yang sudah terlatih

3.  Fasilitas Peribadatan

        a. Masjid                         : 4 buah

        b. Musholla                   : 16 buah

Keberadaan tempat ibadah yang begitu banyak, disamping dipakai sebagai tempat peribadatan juga dijadikan sebagai tempat pertemuan rutin pengajian oleh ibu-ibu muslimat.

4.   Fasilitas Pemerintahan Desa

        a. Balai Desa                             : 1 buah

5.   Fasilitas Prasarana Irigasi

        a. Saluran Tersier                     : 5.000 M

            Dari jumlah tersebut, untuk saluran tersier saat ini sangat membutuhkanCek Dam untuk mengairi pertanian warga.

6.  Fasilitasi Komunikasi

        a. Pemilik HP                            : 750 orang

        b. Pemilik radio                         : 100 orang

        c. Pemilik TV                             : 1.525 orang

7.   Fasilitasi Air Bersih

        a. Sumur gali                             : 400 Unit

        b. Sumur Bor                             : 750 Unit

           Pada musim kemarau sebagian besar sumur gali banyak yang kekurangan air, tepai tidak keseluruhan dan masih bisa untuk mencukupi kebutuhan penduduk.


TRANSPARANSI ANGGARAN


HASIL PEMBANGUNAN DESA

Untuk Lebih Detailnya Foto Hasil Pembangunan Desa klik


Sumber : Peserta KKN-BBM Universitas Airlangga Periode 58 Tahun 2018