Gresik, 13 September 2026 – Warga Kabupaten Gresik mendapat akses pemeriksaan kesehatan gratis melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di Jawa Timur. Kegiatan ini menyasar warga di sekitar pondok pesantren dan masjid di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Kick off kegiatan berlangsung di Kantor LDII Kabupaten Gresik pada Minggu (13/6) dan diikuti secara daring oleh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Gresik menjadi salah satu daerah yang dipilih sebagai model pelaksanaan CKG dengan pendekatan berbasis komunitas.
Di Gresik, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kantor LDII Gresik dan Pondok Pesantren Baitul Makmur, Kecamatan Menganti. Sebanyak sekitar 350 warga mengikuti CKG di Kantor LDII, sementara sekitar 300 warga mengikuti pemeriksaan di Pondok Pesantren Baitul Makmur.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan CKG merupakan bagian dari program nasional untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga terus didekatkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dan komunitas.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi seseorang sejak dini. Warga yang dinyatakan sehat dapat memperoleh edukasi untuk mempertahankan kondisi kesehatannya, sedangkan mereka yang ditemukan memiliki masalah kesehatan dapat segera memperoleh intervensi dan penanganan.
“Pilihan kita ada dua, ingin sakit dan berobat atau ingin menjaga kesehatan. Kalau ingin sakit tentu menjadi mahal, kalau ingin sehat menjadi murah. Kita semua ingin murah dan sehat,” ujar Erwin.
Ia juga mengajak masyarakat Gresik untuk membiasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, beristirahat cukup, berpikir positif, serta menghindari kebiasaan merokok.
Erwin menambahkan, pendekatan berbasis komunitas akan terus dikembangkan. Pemerintah akan menghadirkan layanan CKG di tengah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan yang melibatkan banyak warga.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi, mengatakan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut.
“Upaya kolaborasi kita untuk saling berbagi tugas. Agar tidak berhenti di seremonial, tetapi berkelanjutan. Target hari ini sekitar 40.000 warga secara serentak,” kata Amrodji.
Ia menyebut keterlibatan LDII merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jaringan LDII di berbagai daerah, termasuk pondok pesantren dan masjid, dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada warga.
Pelaksanaan CKG secara serentak tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 40.000 warga LDII di Jawa Timur. Sebelumnya, Dinkes Jatim dan LDII telah menyepakati pemanfaatan jaringan organisasi di kabupaten/kota untuk membantu memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan.
Di Kabupaten Gresik, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran LDII Kabupaten Gresik, termasuk Ketua LDII Gresik, serta unsur terkait lainnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi layanan kesehatan di tingkat daerah.
Melalui pelaksanaan CKG berbasis komunitas ini, masyarakat Gresik diharapkan semakin mudah mengakses pemeriksaan kesehatan. Langkah tersebut sekaligus mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini.